Kamis, 30 Desember 2010

the new story

hmm mulai dr mana yaa
bnguungg haha
bnyk yg pgn d critain
udh lama gak ngepost di blog -,-
mulai dr acara Teacher Award
truuss class meeting smpe acara Pesta Putih Hitam
smuanyaa ngsih bnyak crita , dr mulai yg sneng2 gokil tp ad jg sdihnyaa
hahahhaha
daaaannnn saya skrg sudh mmbuka lmbran bru
sdh ckup 3bln trakhir ini sya dibutakan olehnya ! haha
aahhhh smua sma ! cuma manis diawal sja !
smoga smuany akan trbalaskan yaallah
mgkn bkn skrg tp nnti ! inget yaa itu
allah maha adil cuy
hahaha

wuuaaaaaahhh
capeekkk
mau ngucapin slmet deh buat 4CORET !
XI PSIA 4 ku syaanggg ♥
slmet yaa buat prestasinya wktu PPH
brkat usha = krja keras lahh hhi
JUARA 1 JINGLE CLASS
BEST PERFORMANCE BAND
BEST GUITARIST
slmet yaa kwaann , gk sia2 klian kyak hawai kesasar !hahha
iloveyouall4coreetttt ♥

capeekk
kpn2 lgi dehhhh
haha
goodniteall :*

purple ♥


ngebet banget pengen punya dekorasi kamar kyak ituuu
mamaaaaa ,
nnti yaaa pas 17thn boleh mnta hdiahny ituuu??
mauuuuuuu. yayayaaaaaa
wuaaaaaaa unyu bgt tuuhh ungu nyaaaaa ♥

Sabtu, 18 Desember 2010

19 girls and 1 car on top of the world

Nineteen A’ level students fit into one car to set a world record at DHA Creek Club on Wednesday. PHOTO: HASSAAN KHAN/EXPRESS

KARACHI:

Aymen Saleem, a second-year A’ Level student at Karachi Grammar School, was browsing newspaper headlines in her living room, when she came across a story about the world’s largest cake. The story sparked her curiosity and soon enough she was searching for her very own record to break. After a quick search on Google, she found the perfect challenge. All she needed was 19 willing girls and a Smart Car, a two-door micro-car manufactured by Daimler AG in France and Germany. Luckily for Aymen, she happened to have one of them parked in her very own driveway. It was a birthday present from her father Yousuf Saleem.

On Wednesday, Aymen and 18 other girls, from different A’ Level institutions across the city, including KGS and Southshore School, managed to break a previous record by fitting into the vehicle with its doors closed for five seconds. The current official record holders are the Climb FitTeam of Australia who compressed 18 students into a standard SmartCar at the Warringah Mall, Sydney Australia on January 25, 2010.

The girls managed to meet the challenge at the BBQ lawn of Creek Club in front of a jury at a historic event organised by Karim Mohammadi and Rehan Elahi. The chief guests included the federal adviser on textiles Dr Mirza Ikhtiar Baig, adviser Sharmila Farooqi, Sindh Assembly Speaker Nisar Khuhro and former cricketers Wasim Akram and Saleem Yousuf. The girls had been through the drill numerous times. They positioned themselves and with precision crammed one by one into the two-door car in layers. Within a minute they were all inside the car and not only did they manage to break the world record, they managed to stay in the car for a gruelling 10 seconds, double the current record time.

“I want parents around the country to encourage their children to achieve greater things and believe that when you try, you achieve,” said Aymen. Other participants Tanya Pabani, Fatima Ismail and Zahshanné Malik were thrilled about their feat but more interested in meeting Wasim Akram.

Baig said he had initially been sceptical but was won over after he saw them fit in the car in three layers with one literally on the floor mat. Aymen’s parents Yousuf and Shireen told The Express Tribune that even though at first they felt it was just another outdoor activity, they provided them with a coach Hassan Aslam once they realised how determined they were.

The participants included Sarah Ahmad, Hafsa Naveed, Alina Akram (the extra in case someone got injured), Zashanne Malik, Fatima Ismail, Rabbya Kamran, Anam Afridi, Muneezeh Jamal, Hala Faruqi, Dania Fayyaz, Sana Ghazi, Sana Currimbhoy, Zoya Currimbhoy, Hiba Javad, Sana Javad, Nadia Khan, Neha Salauddin, Rida Ashraf, Eman Samir, Tanya Pabani and Aymen Saleem. The team coaches were Hassan Aslam, Sharam Saleem and Shereen Saleem.

Selasa, 23 November 2010

5 orang terunik di dunia

1) Thai Ngoc – Tidak Tidur selama tiga Dekade



Thai Ngoc, 64, mengatakan bahwa ia tidak bisa tidur setelah menderita demam pada 1973, dan sudah menjalani 11.700 malam tanpa tidur. “Saya tidak tahu, insomnia ini apakah mengganggu kesehatan saya atau tidak, tapi yang jelas saya btetap sehat dan dapat bertani secara normal seperti yang lain,” kata Ngoc. Ia diketahui sering membawa kantong pupuk seberat 50Kg sejauh 4 Km setiap paginya. Dokter juga menyatakan bahwa ia sehat dan hanya menyatakan Ngoc menderita gangguan ringan pada fungsi hatinya. Selama tiga bulan pertama ia tidak tidur, ia menggali dua lubang besar yang digunakannya sebagai kolam ikan.

2) Sanju Bhagat – Saudara kembarnya hidup di perutnya.



Perut Sanju pernah sedemikan menggelembung sampai disangka hamil dan dia mengalami kesusahan bernapas. Sanju tinggal di kota Nagpur, India. Ketika menjalani operasi, Mehta, dokter yang mengoperasinya terkejut pada saat mengambil apa yang dianggap sebagai “tumor”. “Tungkai satu keluar, lalu tungkai berikutnya, dan tungkai berikutnya, mulut, rambut”. Sanju bagaikan melahirkan, sebenarnya Mehta mengangkat tubuh kembaran Sanju dari perutnya. Sanju sebenarnya mengalami satu kondisi yang sangat langka: fetus in fetu, yaitu saudara kembar yang terperangkan di dalam tubuh saudara satunya. Kembaran yang terperangkap akan mampu hidup sebagai parasit, bahkan dengan mengembangkan jaringan seperti ari2, ia akan menangkap makanan dari tubuh kembarannya, sampai si kembaran yang terperangkap tumbuh membesar sehingga mulai membahayakan tubuh induknya, dan di titik ini biasanya dokter akan mulai bertindak

3) Shoichi Yokoi – bersembunyi selama 28 tahun setelah PD II



Soichi adalah prajurit, yang menjadi tentara Kekaisaran Jepang mulai 1941 dan dikirimkan ke Guam. PAda 1944, pada saat tentara Amerika menaklukkan pulau tersebut, Soichi bersembunyi.
Pada 24 Januari 1972, Soichi ditemukan oleh dua orang penghuni pulau. Setelah 28 tahun bersembunyi di gua2 di hutan, ia takut keluar dari persembunyiannya, bahkan setelah menemukan selebaran bahwa PD II sudah berakhir. “Rasanya malu sekali saya kembali hidup2,” katanya pada saat kembali ke Jepang, dengan membawa senjata berkaratnya.

4) Mehran – Hidup di Bandara sejak 1988



Mehran Karimi Nasseri, adalah pelarian dari Iran yang hidup di Terminal Keberangkatan Satu di Bandara Charles de Gaulle semenjak 8 Agustus 1988. Setelah ia ditangkap, dipenjarakan dan di buang dari negaranya, ia memohon perlindungan dari berbagai negara di Eropa tanpa hasil. Naserri adalah inspirasi untuk film The Terminal, Naserri tinggal di lorong restoran di lantai terbawah di terminal tersebut. Penampilannya yang mirip seperti pelancong dengan kereta dan tas membuatnya tidak terlalu dihiraukan orang, tapi ia tidak bisa meninggalkan terminal begitu saja, karena hampir semua orang di bandara mengenalinya.

5) Matayoshi Mitsuo – Yesus asal Jepang.



Matayoshi Mitsuo adalah seorang Politis Jepang yang yakin bahwa dia adalah Tuhan dan Kristus. Menurut programnya ia akan membawa Penghakiman Terakhir Kristus dengan cara yang persis dapat diterima oleh sistem politik Jepang. Langkah pertamanya sebagai Juru Selamat adalah menduduki posisi Perdana Mentri Jepang. Kemudian dia akan mereformasi masyarakat Jepang, lalu PBB akan menawarkan kursi Sekjen kepadanya.

Lalu Matayoshi akan memerintah dunia dengan otoritas di tangannya, tidak hanya sebagai pemerintah agamis, tapi juga sebagai pemerintah politis. Ia berkali kali ikut serta dalam pemilihan Perdana Mentri tapi belum pernah menang. Ia terkenal karena kampanye ekstentrisnya yang mengajak para musuhnya untuk melakukan hara kiri

Syarat dan Kriteria Sekolah RSBI

Hadirnya RSBI ini, membuat sekolah-sekolah lain yang terkadang "nakal" dan belum memiliki kriteria sekolah RSBI justru menyatakan dirinya sebagai RSBI bahkan sebagai SBI. Padahal, untuk menjadi RSBI dan SBI memiliki kriteria tertentu. Mulai dari komposisi guru, sistem pembelajaran standar kecukupan dan fasilitas.

"Saat ini, setahu saya belum ada sekolah yang resmi masuk Sekolah Bertaraf Internasional (SBI). Termasuk sekolah kami pun (SMA Islam Athirah, red) masih dalam status RSBI,” ungkap Kepala SMA Islam Athirah, Patris Hasanuddin, Rabu, 9 Juni.

Akan tetapi, kata dia, sekolahnya telah melalui proses validasi yang telah dilakukan beberapa waktu lalu. Hanya saja, hasilnya belum turun. Kalaupun hasilnya sudah keluar dan menunjukkan hasil yang bagus, itu artinya Athirah semakin dekat dan siap untuk menjadi Sekolah Bertaraf Internasional (SBI).

Dikatakan, pencanangan RSBI di SMA Islam Athirah sudah berjalan tahun keempat. Yakni, sejak 2006, pemerintah sudah menetapkan Athirah menjadi rintisan sekolah bertaraf internasional. Untuk Sulsel ada tiga sekolah yaitu SMA 15, SMA Athira dan SMA Barana di Toraja.

Patris menambahkan, untuk menjadi sekolah RSBI ataupun SBI tidaklah semudah apa yang dipikirkan. Sebab, ada syarat yang cukup berat mesti dipenuhi.

Patris mengurai, persyaratannya dimulai dari sisi kompetensi kelulusan, input siswanya baik rapornya, maupun seleksinya minimal 7,5. Nilai KKN (Kriteria Ketuntasan Nilai) per mata pelajaran harus 7,5, rata-rata UN 7,5.

Sekolah, kata dia, bisa membuktikan dokumen meraih kejuaraan Nasional, Regional dan Internasional untuk bidang studi MIPA, Bahasa Inggris, dan lain-lain. Di Athira, nilai standar 7,8 yang digunakan. Sedangkan standar isi sekolah harus mengadopsi kurikulum berstandar internasional.

Misalnya cambridge, ID curriculum, serta proses pembelajarannya juga harus menggunakan pendidik yang memenuhi standar. Untuk guru minimal berijazah 30 persen S2. Kepala sekolah minimal S2 dan aktif berbahasa Inggris.

Selain itu, kata Patris, sekolah bertaraf internasional harus punya hubungan internasional secara riil. Misalnya berkomunikasi melalui internet, berkolaborasi dalam forum-forum internasional.
"Standar sarana dan prasarana ruang kelas harus lengkap, perpustakaan sistem digital, standar jumlah buku dan standar pengelolan," katanya.

Misalnya, sekolah itu punya rumusan visi dan misi, menerapkan PAS (Paket Aplikasi Sekolah) yaitu dengan menggunakan sistem administrasi yang online yang telah dilakukan.

Terlebih lagi, Athirah memiliki sertifikasi ISO 9001. Disertai lingkungan sekolah yang bersih. Serta didukung sistem pembelajaran dengan menggunakan teknologi informasi. Tidak kalah pentingnya, juga harus punya sister school.

"Itu sudah kami lakukan. Kami telah menghadirkan native speaker dari AMINEF (American Indonesian Exchange Foundation Aminef)," beber Patris.

Hal senada diungkapkan Kepala SMAN 1, Herman Hading. "Dari RSBI menuju SBI memang butuh proses panjang dan banyak persyaratannya. Semua itu sudah kami lakukan, mulai dari nilai rata-rata yang ditetapkan 7,5 dan kami tetapkan 7,7," kata Herman. Untuk sister school sudah dilakukan dengan salah satu SMA di Kuala Lumpur, Malaysia.

Kriteria sekolah bertaraf internasional, antara lain sudah memenuhi SNP (standar nasional pendidikan), guru-gurunya minimum S2/S3 yaitu 10 persen (SD), 20 persen (SMP), dan 30 persen (SMA/SMK), kepala sekolah minimum S2 dan mampu berbahasa asing secara aktif, sarana/prasarana berbasis teknologi informasi komunikasi (TIK), dan manajemen berbasis TIK, ISO 9001 dan ISO 14000. (A-94/das)***