Selasa, 23 November 2010

Syarat dan Kriteria Sekolah RSBI

Hadirnya RSBI ini, membuat sekolah-sekolah lain yang terkadang "nakal" dan belum memiliki kriteria sekolah RSBI justru menyatakan dirinya sebagai RSBI bahkan sebagai SBI. Padahal, untuk menjadi RSBI dan SBI memiliki kriteria tertentu. Mulai dari komposisi guru, sistem pembelajaran standar kecukupan dan fasilitas.

"Saat ini, setahu saya belum ada sekolah yang resmi masuk Sekolah Bertaraf Internasional (SBI). Termasuk sekolah kami pun (SMA Islam Athirah, red) masih dalam status RSBI,” ungkap Kepala SMA Islam Athirah, Patris Hasanuddin, Rabu, 9 Juni.

Akan tetapi, kata dia, sekolahnya telah melalui proses validasi yang telah dilakukan beberapa waktu lalu. Hanya saja, hasilnya belum turun. Kalaupun hasilnya sudah keluar dan menunjukkan hasil yang bagus, itu artinya Athirah semakin dekat dan siap untuk menjadi Sekolah Bertaraf Internasional (SBI).

Dikatakan, pencanangan RSBI di SMA Islam Athirah sudah berjalan tahun keempat. Yakni, sejak 2006, pemerintah sudah menetapkan Athirah menjadi rintisan sekolah bertaraf internasional. Untuk Sulsel ada tiga sekolah yaitu SMA 15, SMA Athira dan SMA Barana di Toraja.

Patris menambahkan, untuk menjadi sekolah RSBI ataupun SBI tidaklah semudah apa yang dipikirkan. Sebab, ada syarat yang cukup berat mesti dipenuhi.

Patris mengurai, persyaratannya dimulai dari sisi kompetensi kelulusan, input siswanya baik rapornya, maupun seleksinya minimal 7,5. Nilai KKN (Kriteria Ketuntasan Nilai) per mata pelajaran harus 7,5, rata-rata UN 7,5.

Sekolah, kata dia, bisa membuktikan dokumen meraih kejuaraan Nasional, Regional dan Internasional untuk bidang studi MIPA, Bahasa Inggris, dan lain-lain. Di Athira, nilai standar 7,8 yang digunakan. Sedangkan standar isi sekolah harus mengadopsi kurikulum berstandar internasional.

Misalnya cambridge, ID curriculum, serta proses pembelajarannya juga harus menggunakan pendidik yang memenuhi standar. Untuk guru minimal berijazah 30 persen S2. Kepala sekolah minimal S2 dan aktif berbahasa Inggris.

Selain itu, kata Patris, sekolah bertaraf internasional harus punya hubungan internasional secara riil. Misalnya berkomunikasi melalui internet, berkolaborasi dalam forum-forum internasional.
"Standar sarana dan prasarana ruang kelas harus lengkap, perpustakaan sistem digital, standar jumlah buku dan standar pengelolan," katanya.

Misalnya, sekolah itu punya rumusan visi dan misi, menerapkan PAS (Paket Aplikasi Sekolah) yaitu dengan menggunakan sistem administrasi yang online yang telah dilakukan.

Terlebih lagi, Athirah memiliki sertifikasi ISO 9001. Disertai lingkungan sekolah yang bersih. Serta didukung sistem pembelajaran dengan menggunakan teknologi informasi. Tidak kalah pentingnya, juga harus punya sister school.

"Itu sudah kami lakukan. Kami telah menghadirkan native speaker dari AMINEF (American Indonesian Exchange Foundation Aminef)," beber Patris.

Hal senada diungkapkan Kepala SMAN 1, Herman Hading. "Dari RSBI menuju SBI memang butuh proses panjang dan banyak persyaratannya. Semua itu sudah kami lakukan, mulai dari nilai rata-rata yang ditetapkan 7,5 dan kami tetapkan 7,7," kata Herman. Untuk sister school sudah dilakukan dengan salah satu SMA di Kuala Lumpur, Malaysia.

Kriteria sekolah bertaraf internasional, antara lain sudah memenuhi SNP (standar nasional pendidikan), guru-gurunya minimum S2/S3 yaitu 10 persen (SD), 20 persen (SMP), dan 30 persen (SMA/SMK), kepala sekolah minimum S2 dan mampu berbahasa asing secara aktif, sarana/prasarana berbasis teknologi informasi komunikasi (TIK), dan manajemen berbasis TIK, ISO 9001 dan ISO 14000. (A-94/das)***

0 komentar:

Posting Komentar